Bertepi ombak berlabuh
Angin awal bulan membawa kapal ke samudra
Sepi jaring menyapu
Setiap kayuhan tak berarti
Bintang utara membelah langit
Menjadi panutan untuk kembali
Gelak tawa deburan ombak
Membawa kerinduan pada tepian
Kemudi sudah tak berarti
Patah tiang layar menjadi sarapan
Sementara pasang segera datang
Arus berubah tak terkendali
Sampai hati laut tak berjiwa
Lubang besar di lambung kapal
Kemana lagi harus mencari
Sebuah tambatan untuk berlabuh
Terlelap diatas hangat pasir putihnya
Hijau membentang memberi harapan
Mata terasa pedih menangis
Sebuah dunia baru yang kekal dan abadi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment