dalam kirlapan perak di kota gede
suara gendingan sayup sayup
diantara dua medan laga arjuna
sedikit kisah asmara menampar
tak ada debu, hanya kapur tembok
di setiap sudut gang para priyayi
pengabdi jiwa pada rajanya
ramah senyum pengayuh becak
tawaran jagung bakar dan rondé alun2
serta pelukan hangat di sisi rel kereta
sepuluh tahun yang lalu
sedikit yang terpapar
dari ribuan memori
pada kota penyangga merapi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment