Tuesday, June 24, 2008

Sekarat

Mencari kata yang nyata...
Teriakan hati mencari makna...
Inilah yang kurasa..
Berkarat dan sekarat....

Monday, June 23, 2008

sampai nanti (mungkin)

aku pergi..
mungkin aku egois
mungkin aku cuma bosan
mungkin aku cuma lelah
mungkin aku hanya bersikap realis
mungkin aku hanya butuh teman bicara
mungkin ini harapanmu tapi bukan aku
mungkin aku tak setia
mungkin aku mengeluh
mungkin kamu yang pergi

kreatifitas makan siang

penantian lembaran kertas roti coklat bekas makan siang
ribuan ilustrasi mengambang diatas kepala menunggu
seketika teringat masa saat jentikan membawa kembali indahnya sunset dan pantai
perlahan tetesan air mata hentikan gerak jantung, menutup jalur ekstasi kreatifiti
genggaman tangan mengepal keras pada pensil mekanik
keringat dingin tak hanya dikulit menghiasi di setiap inci tubuh yang sepi
diantara merahnya marah dan birunya memori
kusobek lembaran kertas roti coklat bekas makan siang

bodoh

hujaman deras dari langit
awan tak hitam masih biru
derma kasih hanyalah waktu
merubah kencana emas menjadi abu
ini masalahku dan apa peduliku
kuteriak tapi ku tak mau dengar
riak gelombang menjadi pasang
keparat keparat hatiku keparat
otakku keram dan menangis
untuk setiap kesal yang ku iris
gemetar menggigil untuk terlelap
takut menatap esok ataupun lusa
brengsek
jika saja bisa kuludahi wajahku
matiku kan berenti tertawa

Salah Waktu

gemulai lumeran lilin membentuk
kekuningan lemah terbakar
sebuah hitungan mundur berkelebat cepat
dalam ruang waktu antara cinta
aku meredup dalam malam
nyaris terlelap sendiri
salah waktukah untuk memilih
saat terangi diri sudah tak berarti
tak pasti
hidup atau mati adalah pilihan
bacalah arti hidupnya
sebuah dunia fantasi alam nyata
sadar itu bukan untukku
bukan duinaku ataupun sekedar tempat permainan
percuma meradang di sela kegalauan
ketika tak sanggup lagi peluh hati tercurahkan

cahaya cahaya kecil berdatangan
kubertanya pada mereka
pengganti atau sekedar membagi cahaya