terdiam membeku saat kau sebut namaku
tersipu namun rancu itu candaan atau bukan lagi khayalan
sedikit kepingan sendu terombang ambing logat suara
dalam kegelisahan pelukan angan
gerak riak darah kental menodakan pipi
tersayat mendung diatas samudra menjelma
dari ujung sambungan langsung jarak jauh
suara sayup jangan pergi teruntai manis
temani melawan pekatnya perih hati di esok hari
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
wuih, romantisnya si manis ini...
tampar aku.
Post a Comment