Saturday, July 28, 2007

Hanya cerita, bukan memori

dalam kirlapan perak di kota gede
suara gendingan sayup sayup
diantara dua medan laga arjuna
sedikit kisah asmara menampar
tak ada debu, hanya kapur tembok
di setiap sudut gang para priyayi
pengabdi jiwa pada rajanya
ramah senyum pengayuh becak
tawaran jagung bakar dan rondé alun2
serta pelukan hangat di sisi rel kereta
sepuluh tahun yang lalu
sedikit yang terpapar
dari ribuan memori
pada kota penyangga merapi

tampar aku

terdiam membeku saat kau sebut namaku
tersipu namun rancu itu candaan atau bukan lagi khayalan
sedikit kepingan sendu terombang ambing logat suara
dalam kegelisahan pelukan angan
gerak riak darah kental menodakan pipi
tersayat mendung diatas samudra menjelma
dari ujung sambungan langsung jarak jauh
suara sayup jangan pergi teruntai manis
temani melawan pekatnya perih hati di esok hari

Thursday, July 26, 2007

sakit

bola-bola panas kejar-kejaran dalam tubuhku,
dan mereka mengacaukan sistem pertahanan vital satu-satunya yang kumiliki.
sedangkan para kurcaci sel otak terus menerus mengeluarkan perintah untuk beraktivitas
tanpa henti.
deretan kegiatan antri dengan sabar untuk dikerjakan,
aku hanya memilih mana yang paling ringan-paling cepat,
dan lagi-lagi aku berhadapan dengan perintah yang paling sabar menunggu:
namanya skripsi.
tiba-tiba ada seorang perempuan gempal tergopoh-gopoh datang ke singgasanaku
dengan muka ceria ia datang membawa sebuah berita dan berkata:

" tempat tidur sudah rapih dan selimut tebal yang baru sudah dicuci dan siap dipakai Tuan Puteri. "

aku buang muka.
dia melengos pergi menuju ujung kamarnya,
sementara aku berusaha setengah mati untuk tidak tertarik pada tawaran bangsatnya.

Wednesday, July 25, 2007

tawakal

15ºC dari kaki hingga kepala
merunduk kaku tak berdaya
kurebahkan badan uzurku
pada sebuah jam pasir

wahai Sang Hyang pencipta jagad
dengan iringan pinta penuh cinta
kutanggalkan semua nafsu
dari lilitan angkara murka

dia mimpimu

Dimana jiwa batin yang kukenal
Ketika setan terima doaku
menjelma dari putihnya asa
menjadi nafas neraka

Dimana jiwa batin yang kukenal
Ketika keparat adalah mimpiku
mimpi terbang diawan
menjadi penggali kuburan

Dimana jiwa batin yang kukenal
saat laknat menjadi sumpahku
dalam hati yang damai
menjadi jiwa yang siap membantai

Monday, July 23, 2007

lepas

tidurlah..
tidur.
regangkan ototmu,
istirahatkan batinmu.

jangan bangun..
tetaplah nyenyak.
ikutilah mimpimu,
buyarkan penatmu.

sementara aku akan tetap terjaga,
memastikan tidurmu pulas,
dan selimut melindungimu erat.
sebentar lagi..
tetaplah tidur..
satu dua tiga..

aku mengendap-endap keluar menuju teras,
meninggalkanmu tanpa jejak,
pergi selamanya dari derita yang kupikir tak bertepi.
jangan harap aku kembali,
karena hidupku sudah lama menunggu.

have a nice dream bad memories.

bodoamat

semua orang tanya kok bisa?
aku cuma diam sambil nyengir lemah.
semua orang ribut menakut-nakuti,
aku hanya tersenyum miris sok ketakutan.
semuanya, silakan berteriak ganti-gantian..
karena aku akan tetap seperti selebritis dengan kacamata hitam berjalan cepat menuju mobil dan berkata "no comment"

sebenarnya aku hanya terlalu malas untuk menceritakan keceriaan hati seorang wanita yang menemukan lagi kenyamanan di balik kontroversi basi.

Amuk Rindu

Hempaskan sesak
Saat rongga hati
Menyepi di pelukan
Kembalilah para tiara
Penyulam ragu rasa
Peniup hawa surga

Tarian Pulau Pujian

Pasir pantai dipeluk ombak
Seiring tujuh warna menutup terang
Mistik dalam hentakan menyambar
Denting melodi dari mulut gending
Terjaring lekukan jari-jari manis
Ini renungan jiwa menari
Bersama api getarkan malam
Bunga kamboja jambon merangkai mahkota
Meski mati dalam nirwana
Dosa terbawa oleh sang dewa

Sunday, July 22, 2007

Lingkaran

"malam tak berganti
waktu berhenti seperti mati
tidak pergi tidak kembali
detak hati tak berarti "

waktu tak berhenti
malam selalu berganti pagi,pagi selalu berganti malam
hadirkan setiap warna dalam hidup
dan akan selalu terasa indah pada setiap bentuk yang hadir
meski kadang terasa pahit tuk dijalani namun terasa indah tuk terlewati

malam sebenarya berganti
tak terasa tak teraba
tak ada yang bisa membuat waktu yang terlewati menjadi berarti
saat hati mulai mengeras tertiup harapan yang tak tersampaikan,cita yang
tak terwujudkan

waktu tak pernah berhenti untuk hati yang selalu mendamba sesuatu yang
dirindukan,walaupun tampak maya namun terlihat jelas pada setiap asa
mungkin detak hati terasa tak bearti karena tak semua hal dapat kita ketahui
betapa kabut waktu memberi efek semu
samarkan cinta,kasih dan sayang orang-orang selalu mendamba dan mencinta mu
menanti setiap kehadiranmu,walau sekedar bayang hitam dirimu yang hadir di
ujung malam hingga saat pagi menjelang
betapa beartinya setiap detik waktu yang terlewati disetiap jejak kakimu
tanpa sadar setiap apapun yang kau lewati
sekecil apapun itu
sekejap apapun itu
akan sangat berarti bagi seseorang
tapi itu tak kan kau ketahui
karena kadang waktu terlalu menutupinya dengan cepat
seperti hilangnya jejak embun karena teriknya matahari yang menguapkannya

tapi tak dapatkah kau lihat jejak halusnya disetiap helai daun-daun hijau
yang terlindung dari cahaya yang menyilaukan mata hatimu
bangunlah!waktu tak berhenti
tapi kau harus mengejarnya
rasakan setiap waktu yang kau lewati
betapapa semuanya terasa indah walaupun pahit tuk dijalani
bukankah ini hidup?tak ada selamanya manis

malam selalu berganti pagi
waktu tak berhenti
malam selalu berganti pagi ,pagi selalu berganti malam
hadirkan setiap warna dalam hidup
dan akan selalu terasa indah pada setiap bentuk yang hadir
meski kadang terasa pahit tuk dijalani namun terasa indah tuk terlewati

Thursday, July 19, 2007

ding.. !

menunggu dengan setianya
ku tutup mata dan telinga, melangkah pasti dengan mimpi yang ini
tapi tanya itu selalu hadir,.. kenapa kamu,.. kenapa kamu yang ku mau

waktu yang berjalan, sesekali mengendorkan inginku
aku lelah, kadang terlintas kata menyerah
kukira kucukup kuat, ternyata tertatih juga

malam ini gemerlap bintang indah sangat, memberi keteduhan
"lelah tidak salah, sejenak beristirahatlah", bisik sang kejora

wanita

paras lembut, dengan taburan makeup minimalis
terlihat menarik, walau tanpa pengeksploitasian apapun
pandangan hangat, terpancar ketika pun dia tertunduk
gemerlap indah, tanpa kemewahan

wahai wanita,..
dia yang disebelah sana

terimakasih telah bertemu
harap bisa sepertimu

kecanggihan teknologi, medikasi dan kebobrokan tiang penyangga rasa

Sintal di pojok jalan dengan kulit wajah tertambal sana sini dengan make up beli di pasar senen 1000 dapet 3 dan rok sejengkal yang hampir menampilkan tontonan pantat burik bersama rubah penjaganya menyilangkan kaki diatas kuda besi buatan cina
---ini bukan buku karangan Emka tentang kontol memek undercover---

Tegap berwibawa dan ramah sambil senyum sana sini sama tetangga entah ikhlas atau tidak karena dibelakangnya ada 2 orang kacungnya yang membagi-bagi amplop berisi selembar uang entah berapa jumlahnya tapi terlihat berwarna hijau dengan angka 2 dan 4 buah nol berjejer dibelakangnya.
---ini bukan pemilihan wakil daerah (pilkada) atau pemilihan calon gubernur---

Sepatu baju celana peci sarung sajadah semuanya baru sementara di depan pintu keluar ada nenek2 sama 2 cucunya mengemis sambil menangis.
Sebagian besar cuek aja tapi ada beberapa yang memberinya karena ingin dilihat sahabat dan pengikutnya yang biasa mengelu-elukannya. namun ada saja yang memberinya dengan ikhlas tanpa pikir itu cucunya sewaan atau beneran cucunya
---ini bukan hari lebaran tahun kucing garong---

Sampul buku ini tidak lolos badan sensor karena terlalu seronok dan jika masih diterbitkan akan dituntut dan diminta ganti rugi untuk badan sensor.
---ini bukan pembredelan majalah assooyyy oleh badan sensor "ga jelas" dan segenap artis2 pintar yang mau difoto demi uang---

---ini bukan salah penjual tanah tapi salah pembuat akte tanah---
---ini bukan pembakaran daerah pemukiman dengan tidak sengaja---
---ini bukan...
---ini bukan...

jendela

bagaimana jika kau memilih menjadi rumput
jika wangimu lebih segar dari bunga mawar
bergoyanglah sebarkan wangimu

bagaimana jika kau memilih menjadi raja
jika kepandaianmu setingkat para dewa
bijaksanalah pada rakyatmu

bagaimana jika kau memilih menjadi bulan
jika sinarmu lebih terang dari matahari
tenangkanlah malamku

Re-antara

Lebih dari 19.7 detik aku menggumam
Menutup mata dan rasakan
Getaran dari dalam rongga bibir
Mengalir kekepala leher kesekujur badan
Aku damai dalam alunan vibrasi yang statis

Nafas mengalir lalu lalang
Dari hidung ke paru ke otak
Kecepatanya lambat namun konstan
Saat jiwa dan hati menyatu warna warni
Detak jantung yang karatan ini masih terdengar halus

Anomali warna saling bertubrukan
Terang dan gelap saling menyalahkan
Ketika mimpi menjadi halusinasi
Kukeraskan gumaman dan rapatkan mataku
Berharap damai itu kembali
Di detik ke 21

Friday, July 13, 2007

kenapa kamu?

dari mata kemudian kehati menuju ke otak,.. jari2 mulai mengikuti perintah,.. satu dua kata terangkai menjadi beberapa kalimat,.. maka jadilah,.. kalimat tanya kujadikan titlenya,..

bersambung,..

jidhga

dia tak bisa menguburnya
ingin, tapi tak bisa

kini,
dengan sendirinya terkubur
bersama jiwa,.. dan raganya

(agustus 17, tahun kelima katanya)

apa ?

bila bukan cinta
tak mengapa
bila harus jatuh
tak mengapa
bila mulai berisik
tak mengapa
bila terkoyakpun
tak mengapa
bila tak terkendali
tak mengapa
bila ditinggalkan
tak mengapa

trus apa?

Wednesday, July 11, 2007

Jangan Tanya cinta

aku tidak pergi
hanya mengiringi waktu,
jangan tanya cinta besok ato lusa akan sirna
jangan bilang sudah, besok ato lusa mungkin indah
jalan tak berganti hanya waktu berlalu

mungkin bukan cinta mungkin emosi semata
tapi ini sebuah harga yg harus di bayar dengan jiwa

Jangan Tanya cinta begitulah adanya

Tuesday, July 10, 2007

Venus

Hamparan Rumput hijau bernyanyi
Bunga mengumbar cumbu
Lebah menyeruput madu
Hantarkan kepada Sang Ratu

Siapa kamu?

"Aku Rumput
Malam ini dalam kesepianku
Lembutku kan menidurkanmu"

"Aku Bunga
Rebahkan kepalamu dipahaku
Ungkap semua damai mimpimu"

"Aku Lebah
Kubawa kau terbang menjelajah
Melawan pilu hati kejamnya dunia"

"Aku Sang Ratu
Berdirilah disampingku
Menjadi Raja membangun nirwana"

Nirwana Lama

Lembaran lalu yang menguning diterpa jaman
Tersembul keluar dari celah halaman tengah
Meski sedikit tapi cerita itu terbesit secepat kereta malam
Sejenak kumenutup mata mencari keindahan
Semuanya indah meski penuh peluh
Semestinya kusobek ketika balutan sepi baru diawali
Sadar akan menjadi sayatan baru pada kulit tipis hati
Hati bertanya ini cinta atau nafsu
Aku merindu pada untaian haru
Hela nafas menghentikan lara sendiri

Monday, July 9, 2007

ssttt..

berlabuh di dermagamu,.. menenangkan, kenapa ya?
tapi harus lanjutkan perjalanan
berat melangkah,.. sudah merasa nyaman disini
ada sesuatu yang memaksa pergi,.. logikakah itu?
ough,.. otakku mulai berisik

Pelamunan

Bertepi ombak berlabuh
Angin awal bulan membawa kapal ke samudra
Sepi jaring menyapu
Setiap kayuhan tak berarti

Bintang utara membelah langit
Menjadi panutan untuk kembali
Gelak tawa deburan ombak
Membawa kerinduan pada tepian

Kemudi sudah tak berarti
Patah tiang layar menjadi sarapan
Sementara pasang segera datang
Arus berubah tak terkendali

Sampai hati laut tak berjiwa
Lubang besar di lambung kapal
Kemana lagi harus mencari
Sebuah tambatan untuk berlabuh

Terlelap diatas hangat pasir putihnya
Hijau membentang memberi harapan
Mata terasa pedih menangis
Sebuah dunia baru yang kekal dan abadi

Gelap Mata

Hei kamu yang disitu
Sadarkah dengan senyumnya
Meski hatinya terkoyak
Masih juga senyumnya untukmu

Hei kamu yang disana
Sadarkah kamu tidak ada
Walau bahagia kau tawarkan
Dia tetap milikku

Sunday, July 8, 2007

Dongeng Kang Sekop

700 hari yang lalu Aku seperti anjing balap
Dipijat, dibelai, diberi makan dan kapsul2 protein penambah stamina

Kemana mereka para pencari cinta?

Sevenova

Aku pikir,
Aku ga akan liat hari esok
Karena kupastikan aku meninggalkanmu
Untuk selamanya

Aku bukan ksatria berhati batu
Juga bukan pendeta pembawa berita
Atau jutawan pegumbar sedekah

Menangislah hari ini
Menangislah esok
Tertawakan kemenanganmu
Tertawakan kesendirianmu

Thursday, July 5, 2007

Cumbuan Maut

strawberry pelepas dahaga
aku jatuh cinta ditiap harinya

Marxisme

dia tau aku, dia juga tau aku
dia tau dia, aku tau dia dan dia juga
aku tau dia seperti dia juga tau dia
bergandeng tangan erat bersama
melawan gagah kejamnya dunia

Kali ini di hari ini aku tak tertawa...
gelisah menahan sesaknya dada
jika cinta terbeli harta

Morfin

Ribuan kali kujentikan mata pena
Entah sudah berapa banyak coretan tentangmu
Tak tertulis kalimat indah yang telah ku ukir dalam benakku
Seperti mati di dalam khayal bersama ribuan kunang2
Sebuah kenikmatan dunia pelangkap hati jiwa

Dering telfon berdering
Rindumu atau hanya rinduku?
...
bukan kamu

Ilusi

Setitik temaram sempor bercahayakan jingga
Didalam ruang di hati yang gelap

Sadarkan aku..

Uh..kini sepi meninggalkanku
Dikala awan hitam bercanda

Sadarkan aku..

Aku terjatuh dan terhempas
Ketika keyakinanku padamu mulai sirna

Sadarkan aku..

Pelukan daging sintal berkulit halus
Membawa aroma wangi rumput

Sadarkan aku..

Saat kalimat lebih indah dari janji
Membeku hingga ujung waktu

jengah

mereka pikir
ketika cinta menjadi sebuah kewajiban
tuhan menjadi pemasung cita
mungkin mereka ga sejujur neraka
yang menunjukan kedoknya dibumi
memberikan kebahagian yang tulus
meski dibayar dengan dosa
kerancuan kini terkuak
dari tulusnya niat untuk taubat
membunuh bukan lagi menjadi aurat

bukan sok tau
tapi aku tau,
Tuhan bersedih bersama malaikat2 surga
melihat kalian memperdaya sesama atas namaNya

hidup?? lanjutt..

usiaku bukan ukuran kedewasaanku
jangan paksa aku untuk menjadi sempurna
tak bisa seperti itu, setidaknya untuk saat ini

mengapaku harus hidup dalam keterpaksaan?
mengapaku diberi pilihan yang sulit?
inikah harga yang harus ku bayar atas kesalahan laluku

yah, memang nilai yang setimpal

damn... !!

mengapa aku harus bungkam?
inginku terpendam
terpaksa diam
ah, semua jadi padam

Wednesday, July 4, 2007

Usia kita sama

Embun pagi
menetes diantara kelopak kamboja merah
detik ini untaian senyum kembali terwujud
akal sehat merenung hanya kebebasan yang ada
dan berkata...

"kau diciptakan tidak untuk menjadi biasa"

inginku menjadi dirimu
coretan luka saat kau jatuh masih membekas
menjadi dirimu bukan aku
adalah aku bersama jiwamu

Labirin

melampau jauh meninggalkan cita
menangisi rindu hati di persimpangan
ini jelas tak mudah
mereka bilang hidup adalah pilihan
meskipun harus berkorban di setiap sisinya

lampu kini berkedip kuning
aku takkan diam di tempat
tekan pedal gas sedalam mungkin
persetan dengan arah lain
persetan umpatan orang
persetan dengan moral dan aturan

lelah tergopoh mencari selembar jiwa
hingga pagi buta menerpa
aku terlelap

selamat pagi

Malam panjang

Malam panjang…tak berujung
Sepi dinginya dinding kamar kecil bernyamuk
Mengamuk dilangit-langit kamar
Berisik sakittkan telinga bangunkan mimpi
Manisnya mimpi…ngerinya nyata
Tangis datang…leleh di pipi
Hati yang miris sedih
Tak berdaya akan suatu cita yang tak teraih
Berharaf semua berjalan semestinya
Berjalan pada jalannya yang tercitakan
Baik-baik saja?
Sementara malam beranjak pagi yang menyepi
Suara jangkrik mengerik hati dingin sepi menyepi,ngeri datangnya hari
Risau hilangnya matahari terangkan hari..
Telan indahnya hari
Malasnya awan mendung tuk beranjak pergi meninggalkan hari
Berharap angin meniupnya dan undang udara segar pagi hari ini.

Dingin

Dingin….kaku…….beku
Hilang….kosong….melompong
Risau……takut…..menciut……hilang tertelan asa
Haru….biru…….rindu…tak menentu kemana terbawa
Resah…makna tertelan beku biru kelabu
Tak tentu rasa membawa sejuta rasa
Hilang ada dan tiada
Timbul tengelam
Melayang pada satu titik yang tak berposisi
Berputar antara tak berantara
Berpijak pada suatu tak berpijakan
Melayang pada suatu yang tak bertepi tak berujung tak beruang tak berwarna
Dimana?
Disini?
situ?
Dimana?
Takterpetakan
Dingin ………..kosssong..tak teraba……blong
Clear……zip……tak berasa….gelap…….khilap….buntu….terrikat bodoh pikiran sendiri

Tak berdaya pada diri sendiri…mati jiwa…sirna cahaya cinta yang membiru rindu terabaikan …….tertutup sgala harapan yang menggebu akan sgala cita yang hampa terlupakan…

Mimpi yang terus membayang semu
Antara nyata dan tak nyata
Ada dan tiada
Beku ,,retak usia…hangat cinta…. Panas nafsu…letih lemah jiwa raga ….

Badai datang? Besar? kecil? hancurkah? tak ada sesuatu yang kupegang dan kugantungkan tuk berpegang…..hancurkah nanti? Hilang tak berpetopang?

Kemana berlari? bersembunyi? hadapi ketakutan dgn keyakinan yang tergerogoti karat yang tak terlihat kedalamannya?

Nyerah? pasrah? biasa aja? Lurus aja? daaaahhhhh