Lebih dari 19.7 detik aku menggumam
Menutup mata dan rasakan
Getaran dari dalam rongga bibir
Mengalir kekepala leher kesekujur badan
Aku damai dalam alunan vibrasi yang statis
Nafas mengalir lalu lalang
Dari hidung ke paru ke otak
Kecepatanya lambat namun konstan
Saat jiwa dan hati menyatu warna warni
Detak jantung yang karatan ini masih terdengar halus
Anomali warna saling bertubrukan
Terang dan gelap saling menyalahkan
Ketika mimpi menjadi halusinasi
Kukeraskan gumaman dan rapatkan mataku
Berharap damai itu kembali
Di detik ke 21
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment