Saturday, August 30, 2008

mimpi.

kalian tahu,
aku ingin cepat-cepat kembali ke mimpi-mimpiku yang dulu
dan berlama-lama melihat kalian melayang-layang di pikiranku.
aku ingin terus berada di sana, sendiri saja bersama kalian yang kuciptakan.
mungkin aku gila, tapi aku senang bersama kalian.

kapan kita menikmati sore di depan dunia lagi
galeru-kalseru?

Friday, August 29, 2008

Jagoanku

sosok jangkung berjenggot.. setia dengan topi pet dan kaos oblong beserta jeans bolongnya
pendiam namun penuh canda.. terlihat sempurna dengan senyum jahilnya
walau sesekali menyebalkan, toh pada akhirnya aku terkekeh terbius kekonyolannya
seketika berpapasan di jalan, saling menunjukkan wajah teraneh yang kami punya dengan bangganya

takkan lagi ada dia, yang riuh canda tawa dengan malaikat2 botaknya
takkan lagi ada dia, yang lihai memetik senar gitar sambil bersenandung merdu dibawah pohon jambu muka rumah,.. duuuh
takkan lagi ada dia, yg mengetuk dinding bambu sekedar untuk membangunkanku sahur
takkan lagi ada dia, yg memboyong dua, tiga buah kelapa di sore hari untuk membasahi tenggorokan ketika berbuka

jiwa, raga pergi dengan arif dan tenangnya... tapi selalu ada disini, di hati ini
Ya Rabb yang Maha Penyayang, Pemilik setiap jiwa,.. mohon jagalah dia, tempatkanlah dia di tempat yang baik disisiMu.. terimakasih untuk akhir yang baik

"jagoan,.. aku merindukanmu sangat :)"

Sunday, August 24, 2008

sebatas teman

hentikan lari lari kecil mu
lakukan langkah besar jangan terburu buru
tentukan pada batu mana kau kan berpijak
kutau kau hanya bermain main
menyesal kamu nanti ketika terpeleset
sebaiknya kembali lagi ke awal
sebelum kamu jatuh jauh terperosok

agar teringat

ya tuhan
ada noda lagi di kemeja putihku
warnanya tak jelas tapi itu jelas sebuah noda
nampaknya susah untuk hilang
tapi entah untuk beberapa saat aku berfikir
mungkin akan kubiarkan noda itu berada disitu
meski tidak membuat kemejaku lebih bagus
tapi akan kubiarkan noda itu tetap disitu

Nyesek

kisah cinta tahun ini
jatuh cinta pada wanita di sebuah busway
dia duduk tepat di seberangku, bibirnya terlihat lembut, matanya besar, rambut hitam panjang terikal diujungnya.
dari tampilannya, cukup modis dengan jaket merah dan sepatu boot hitam selutut. meski sudah malam, parfumnya masih tercium, wangi.. nampaknya dia seorang yang penting di kantornya. mungkin seorang executive manager atau sejenisnya.
terdengar alunan musik dari ujung headphone-nya, entah jazz atau down tempo sekedar untuk menemani lepas jam lemburnya.
kuberikannya senyuman ketika bertabrakan mata.
tidak terjadi apa apa.
di halte Karet dia turun kuberikan senyuman terakhir berharap dia melihatku.
tidak terjadi apa apa.

aku tak akan naik busway lagi

serah diri

letak badannya sudah tak berbaris
serakah melemah dalam setiap nafas
relung hitam semakin dalam
tanda telah melawati sejuta malam

ditengah lapangan rumput
nafas jengah terus menderu
tatapannya pada sebuah bintang sore
bintang yang selalu ingin diraih

seiring jantungnya melemah berdetak
waktu tlah tiba ujarnya
bukan untuk mengambilnya
namun untuk melepasnnya

terukir senyum dari bibir keringnya
mengakhiri kisah sang pria tua dalam gelas kaca

Wednesday, August 20, 2008

kini

kelar,..
hati tak sibuk mencari jawabnya lagi
akui, tak lagi abu2.. itu hitam dan itu putih

mari,mari,.. temani aku sejenak saja
mana jemarimu.. satukan disini
hangat itu lenyap
tapi tak mengurangi indahnya

jangan enyah,..
aku ijinkan aku tanpamu

Saturday, August 9, 2008

runaway dance

ada sebuah cara untuk meninggalkan kesedihan

menarilah,.. tanpa irama pun menarilah

bukan sekedar tarian yang akan diciptakan

sebuah tarian dari jiwa yang kesepian

ribuan bentuk nada irama dari kreatifitas hati

bisikkan hangat menenangkan penuh jawaban

lepaskan beban pikiran, jalani apa adanya

seperti air yang mengikuti paritnya

menangislah ketika menari dan resapi setiap geraknya

karena kau sedang memohon ampunan dariNya

Tuesday, July 15, 2008

“refuse to be a coward”

Ternyata itu kamu,.. tak terlintas,.. tak terbaca juga,.. bilang dong,.. jangan diam!
tega,.. membiarkanku tersudut kusut berantakan,.. terbelenggu aura duka
aahh,.. kamu tau… tanya itu selalu menggema,.. seakan mengejek,.. mengekor dalam setiap hurufnya .. K E N A P A ??

saat ini aku terduduk,.. mencoba memberanikan diri untuk menerima semua derita dan mulai menikmatinya dengan merasakan setiap sayatnya tanpa obat penahan rasa sakit
“dimanapun berpijak,. rasa manis memang tak selalu dirasakan,.. kenapa bersikeras untuk itu,.?”

aku menolak untuk menjadi sosok yg membusuk terperangkap sepi.. mencibir keras pahit hidup,.. takkan kubiarkan diri dalam keterlepasan,.. biar saja dan sudahlah

Friday, July 4, 2008

lagi lagi

kubur aku dalam-dalam
karena aku sedang jatuh cinta
di liang terlarang.

Tuesday, June 24, 2008

Sekarat

Mencari kata yang nyata...
Teriakan hati mencari makna...
Inilah yang kurasa..
Berkarat dan sekarat....

Monday, June 23, 2008

sampai nanti (mungkin)

aku pergi..
mungkin aku egois
mungkin aku cuma bosan
mungkin aku cuma lelah
mungkin aku hanya bersikap realis
mungkin aku hanya butuh teman bicara
mungkin ini harapanmu tapi bukan aku
mungkin aku tak setia
mungkin aku mengeluh
mungkin kamu yang pergi

kreatifitas makan siang

penantian lembaran kertas roti coklat bekas makan siang
ribuan ilustrasi mengambang diatas kepala menunggu
seketika teringat masa saat jentikan membawa kembali indahnya sunset dan pantai
perlahan tetesan air mata hentikan gerak jantung, menutup jalur ekstasi kreatifiti
genggaman tangan mengepal keras pada pensil mekanik
keringat dingin tak hanya dikulit menghiasi di setiap inci tubuh yang sepi
diantara merahnya marah dan birunya memori
kusobek lembaran kertas roti coklat bekas makan siang

bodoh

hujaman deras dari langit
awan tak hitam masih biru
derma kasih hanyalah waktu
merubah kencana emas menjadi abu
ini masalahku dan apa peduliku
kuteriak tapi ku tak mau dengar
riak gelombang menjadi pasang
keparat keparat hatiku keparat
otakku keram dan menangis
untuk setiap kesal yang ku iris
gemetar menggigil untuk terlelap
takut menatap esok ataupun lusa
brengsek
jika saja bisa kuludahi wajahku
matiku kan berenti tertawa

Salah Waktu

gemulai lumeran lilin membentuk
kekuningan lemah terbakar
sebuah hitungan mundur berkelebat cepat
dalam ruang waktu antara cinta
aku meredup dalam malam
nyaris terlelap sendiri
salah waktukah untuk memilih
saat terangi diri sudah tak berarti
tak pasti
hidup atau mati adalah pilihan
bacalah arti hidupnya
sebuah dunia fantasi alam nyata
sadar itu bukan untukku
bukan duinaku ataupun sekedar tempat permainan
percuma meradang di sela kegalauan
ketika tak sanggup lagi peluh hati tercurahkan

cahaya cahaya kecil berdatangan
kubertanya pada mereka
pengganti atau sekedar membagi cahaya

Monday, May 5, 2008

Senyum lagi

*bintang.. kamu indah ;)

Wednesday, April 23, 2008

ini sakit

geliat awan menutup pagi
menyambung rantai selubung bumi
desir angin lihai membutakan hari
petir tarik suara seperti buntutnya

jangann
hujan!

tunggu setelah lukanya kering
oleh mata pisau yang dulu,
kemudian deraslah seberantakan mungkin.

Sunday, April 20, 2008

lentik picik

144 hari mungkin jumlahnya
aku menari menggila lelah dan bersandar dalam gelap
cobaan ini tak tertahan, menjadi sebuah amukan.
genangan di ujung tengkuk mata kering dalam hitungan detik
hingga kubertanya pada sang jiwa
masih adakah rindu sebenarnya

Saturday, April 12, 2008

telan saja

itu masalampau
meski masih sekarang
bak lampu pijar dalam kegelapan
suara letakan sesekali
dari campuran minyak dan air embun

gumulan bintang melayang
spekulasi di setiap terang redupnya
antara nyata dalam eksotis tangis
semburan nafas terlepas tak termaafkan

Saturday, January 12, 2008

Pendahuluan

Entah darimana datangnya
tempaan sekuat bom atom dengan statis memukul berkali-kali
panas menjalar merah tapi bentuknya tetap tak berubah
sang empu lelah dibarengi peluh di sekujur tubuh

"andai aku hanya sebuah pohon.."

Diam

Purnama ke purnama
Januari dalam keterasingan
mengunyah nasi tak tertelan
di satu titik aku tak bergerak

Konteks hanya sebatas konsep
fatamorgana di atas aspal
tak peduli ratusan kendaraan
melewati tapi tetap ada

walau rantai dunia mengikatmu
terhisap mimpi layaknya jam pasir
hingga gelora jiwa remuk diamuk getir

Dunia berkata
hidup dijalani bukan direnungi