Wednesday, April 23, 2008

ini sakit

geliat awan menutup pagi
menyambung rantai selubung bumi
desir angin lihai membutakan hari
petir tarik suara seperti buntutnya

jangann
hujan!

tunggu setelah lukanya kering
oleh mata pisau yang dulu,
kemudian deraslah seberantakan mungkin.

Sunday, April 20, 2008

lentik picik

144 hari mungkin jumlahnya
aku menari menggila lelah dan bersandar dalam gelap
cobaan ini tak tertahan, menjadi sebuah amukan.
genangan di ujung tengkuk mata kering dalam hitungan detik
hingga kubertanya pada sang jiwa
masih adakah rindu sebenarnya

Saturday, April 12, 2008

telan saja

itu masalampau
meski masih sekarang
bak lampu pijar dalam kegelapan
suara letakan sesekali
dari campuran minyak dan air embun

gumulan bintang melayang
spekulasi di setiap terang redupnya
antara nyata dalam eksotis tangis
semburan nafas terlepas tak termaafkan