hujaman deras dari langit
awan tak hitam masih biru
derma kasih hanyalah waktu
merubah kencana emas menjadi abu
ini masalahku dan apa peduliku
kuteriak tapi ku tak mau dengar
riak gelombang menjadi pasang
keparat keparat hatiku keparat
otakku keram dan menangis
untuk setiap kesal yang ku iris
gemetar menggigil untuk terlelap
takut menatap esok ataupun lusa
brengsek
jika saja bisa kuludahi wajahku
matiku kan berenti tertawa
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment