lembab dingin terasa di telapak tangan
keringat dari hati menuju pori kulit
di sekujur tubuh tanpa henti tanpa mengerti
kejamnya dunia berkedok es teh manis di siang bolong
kesakitan menggerogoti dari dalam
hati hanya mampu bertahan
entah untuk berapa lagi malam
haruskah kusudahi keterbatasan
serpihan sisa dari otakku masih tercecer
menjadi mimpi yang tak kesampaian
dalam gelap ku berdoa
berikanlah segunung jawaban
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment