Monday, November 26, 2007

Oleh

Fakir perbendaharaankata, ku coba sederhanakan ungkapan
Ingkar pada komitmen pribadi,.. korban dari kelemahan diri sendiri
Siapa ikut siapa? Logika ikut hati atau hati ikut logika?
Aduh, otakku deadlock,… Ah, aku memang bodoh, tapi Dia tak lupa memberikan ku otak waktu itu, ga ada alasan..!!
Ternyata benar, belajar sederhana itu sungguh tidak sederhana

“tak ada tempat didunia ini yang bisa melindungi mata hati seseorang untuk tidak bersiborok dengan pelajaran hidup yang itu-itu lagi, selama ujiannya belum terlewati dengan sempurna. Dia Maha Melihat dan Maha memberi pelajaran. Mau kemana? Bukan menghindar tetapi menemukan dan menyelesaikan sesuatu yang memang sudah ditetapkan sebagai kadar pelajaran hidup.” (MRS)

No comments: