Sang Joker terlihat tak pernah bermuram hati, sedikitpun tak terlihat kerutan sedih di tiap harinya. Bangun pagi-pagi, lalu merenggangkan otot-otot kakunya yang beristirahat semalaman. Berdoa sejenak kepada Sang Hyang meminta kebaikan dan segala ketentraman hari ini. Menyiapkan sarapan untuk istri dan anak-anaknya yang siap melakukan aktifitas masing-masing.
Senyumnya tak akan terlupakan, setiap senyum itu terurai kami terlibat tawa. Dengan perut tambunnya, kehangatan lemak2 itu terasa mendamaikan jiwa. Setiap gerak akan ide gila-nya untuk menjahili dan membuat orang tertawa bukan sebuah ancaman, tapi bagi kita adalah berkah karena tau Beliau sayang pada kita.
Siang menjelang sore, malaikat mulai menari diatasnya, membujuk jiwanya untuk bergabung bersamanya. Tanpa pikir panjang Sang Joker pun menurutinya dan meninggalkan bumi.
Deru isak tangis mengumpat malaikat yang iri. hingga akhirnya kita sadar, kita hanya takut ditinggal tawa dan kasih sayangnya.
25 tahun yang kutau, dia adalah seorang suami yang baik, ayah yang tegar, tetangga yang bersahaja, dan hamba-Nya yang taat.
Rest In Peace
*gw yakin banget kalo saat ini Beliau lagi ngumpetin ban serep malaikat jibril. hehehehe
Thursday, May 31, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment